204 Pedagang Pasar Tradisional di Makassar Reaktif Covid-19 Diisolasi di Hotel

Sebanyak 204 pedagang di pasar tradisional Makassar, Sulawesi Selatan, dinyatakan reaktif covid 19 setelah menjalani rapid test massal selama empat hari. Mereka selanjutnya menjalani isolasi di hotel melalui program rekreasi duta Covid 19. "Yah ini kan hasilnya reaktif ada 204 pedagang jadi mereka tidak mungkin mau kembali ke rumah, jadi ikut program wisata Covid itu yang di hotel," ucap juru bicara tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Makassar, Ismail Hajiali, saat dihubungi, Sabtu (16/5/2020).

Ia melanjutkan bahwa program rekreasi duta Covid 19 ini menunjuk tiga hotel yang digunakan sebagai lokasi isolasi, yakni Swiss Belhotel, Hotel Harper dan Hotel Almadera. Hanya saja Ismail tak merincikan berapa banyak pedagang yang hasil tesnya reaktif yang kini dirawat atau diisolasi di hotel. "Jadi pada dasarnya mereka yang reaktif kan tidak mungkin mau kembali ke rumah jadi langsung ke hotel bagi yang tidak bergejala, sementara yang ada gejala klinisnya itu dilakukan pemeriksaan dan perawatan lanjutan," kata dia.

Sebanyak 204 pedagang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil Rapid Test massal selama empat hari di 18 Pasar Tradisional (Induk) di Kota Makassar. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisah Tun Asikin saat mendampingi Pj Wali Kota Makassar, Prof Yusran Jusuf yang memantau pelaksanaan Rapid Test massal di Pasar Butung, Jumat (15/5/2020). Menurut Naisah, selama empat hari Rapid Test massal di 18 pasar induk, sebanyak 204 pedagang yang dinyatakan reaktif untuk selanjutnya mengikuti program wisata covid di hotel.

"Di hari pertama Rapid Test massal itu sebanyak 21 yang reaktif, hari kedua 44 reaktif, hari ketiga 78 reaktif dan hari ke empat 61 reaktif, jadi total 204 yang reaktif. Hari ini ada empat pasar induk yang dilakukan pemeriksaan yakni Pasar Butung, pasar Sawah, Pasar Niaga daya dan pasar Mandai. Diantara 1.914 pedagang yang diperiksa ditemukan 61 pedagang yang reaktif," ujar Naisah. Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Prof Yusran Jusuf saat memantau proses Rapid Test di Pasar Butung mengatakan bahwa langkah ini bagian dari upaya Pemkot Makassar untuk mendeteksi keberadaan virus agar segera dilakukan isolasi. "Kita sudah siapkan rumah sakit untuk perawatan, dokter termasuk juga hotel untuk pasien yang tidak bergejala. Pekejaan Rumah kita hanya menemukan yang carrier. Fakta yang kita temukan, jika ada saudara kita yang terpapar virus kemudian segera dirawat secara medis itu kecenderungannya cepat sembuh, bahkan ada yang hanya tujuh hari sudah sembuh," ujar Yusran Jusuf saat dikonfirmasi.

Yusran Jusuf juga memastikan akan memberikan reward kepada masyarakat yang secara sukarela melaporkan diri jika merasa memiliki gejala atau mengakui pernah melakukan kontak. "Jika kemudian hasilnya reaktif dan bersedia mengikuti program wisata Covid di hotel itu kita berikan reward berupa jaminan untuk keluarganya berupa pemenuhan kebutuhan sehari hari selama masa isolasi," kata Yusran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *